Gugatan Baru Tuding Samsung, SK hynix, dan Micron Atur Harga DRAM

Samsung, SK hynix, dan Micron menghadapi gugatan hukum baru di Amerika Serikat atas dugaan bersekongkol membatasi pasokan DRAM demi menaikkan harga di pasar global.

Gugatan tersebut diajukan pada 25 Juni 2026 di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California oleh 17 penggugat yang terdiri dari individu dan pelaku usaha kecil.

Para penggugat menilai ketiga perusahaan memanfaatkan peralihan produksi menuju High Bandwidth Memory (HBM) sebagai alasan untuk mengurangi produksi memori DDR3 dan DDR4.

Akibatnya, harga DRAM disebut melonjak sekitar 700% dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan informasi yang beredar, Samsung, SK hynix, dan Micron menguasai sekitar 90% pasar DRAM global, sehingga gugatan tersebut menarik perhatian industri semikonduktor.

Latar Belakang Gugatan

Berdasarkan dokumen gugatan, perkara yang terdaftar dengan nama Garciaguirre v. Samsung Electronics mengacu pada Section 1 Sherman Act, aturan antimonopoli Amerika Serikat yang melarang praktik persekongkolan untuk membatasi persaingan.

Sebanyak 14 individu dan tiga perusahaan komputer kecil, termasuk Troy’s Computers dan My Florida PC, menjadi penggugat dalam perkara tersebut.

Mereka menilai kenaikan harga DRAM telah berdampak langsung pada biaya perangkat elektronik.

Bahkan, gugatan tersebut turut menyinggung kenaikan harga beberapa produk Apple, seperti iPad dan Mac, sebagai salah satu contoh dampak meningkatnya harga memori.

Kasus tersebut juga mengingatkan pada perkara serupa yang pernah muncul pada 2018 di pengadilan yang sama.

Saat itu, firma hukum Hagens Berman mengajukan gugatan mengenai dugaan pengurangan produksi DRAM secara bersamaan.

Namun, pengadilan menolak gugatan tersebut pada 2020, dan keputusan itu dikuatkan oleh Ninth Circuit pada 2022.

Majelis hakim menyatakan perilaku ketiga perusahaan lebih mungkin merupakan konsekuensi persaingan pasar yang sah dibanding hasil kesepakatan ilegal.

Peralihan ke HBM Disebut Jadi Alasan Kurangi Produksi DDR

Berbeda dari gugatan sebelumnya, perkara terbaru memasukkan peralihan kapasitas produksi menuju HBM sebagai bukti tambahan.

Para penggugat menilai Samsung, SK hynix, dan Micron secara bersamaan mengurangi produksi DDR3 dan DDR4, lalu mengalihkan kapasitas pabrik untuk memenuhi permintaan HBM yang meningkat pesat akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Menurut gugatan tersebut, strategi itu mempersempit pasokan DRAM konvensional sehingga harga terus melonjak.

Penggugat juga berpendapat hampir tidak ada pesaing baru yang mampu mengimbangi kondisi tersebut karena pembangunan pabrik DRAM membutuhkan investasi puluhan miliar dolar AS dan waktu bertahun-tahun.

Meski demikian, tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan. Hingga saat artikel ini ditulis, ketiga perusahaan juga belum menyampaikan tanggapan resmi dalam proses persidangan.

Tanggapan dan Posisi Kasus Saat Ini

Sebelumnya, Samsung, SK hynix, dan Micron telah menyatakan bahwa masing-masing perusahaan menjalankan bisnis secara independen saat mengalihkan sebagian kapasitas produksi ke HBM.

Para eksekutif industri juga telah memperingatkan bahwa pasokan DRAM kemungkinan tetap ketat selama beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, bank investasi Jefferies memperkirakan harga DRAM masih akan naik sekitar 40–50% pada kuartal ketiga dan 30–40% pada kuartal keempat, sementara keseimbangan pasokan diperkirakan belum tercapai sebelum 2028.

Oleh karena itu, hasil persidangan ini berpotensi menjadi salah satu perkara penting yang akan memengaruhi dinamika industri memori global dalam beberapa tahun mendatang.

Source1
Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Artikel Terbaru

Gadget Terbaru