Penggemar Call of Duty sempat senang saat Treyarch memastikan Black Ops dan Black Ops 2 hadir di konsol PlayStation modern pada Juli.
Dua game ini termasuk seri paling populer dalam sejarah Call of Duty. Jadi, banyak pemain PS4 dan PS5 akhirnya bisa kembali menikmati judul klasik yang lama sulit diakses tanpa perangkat lama.
Namun, kabar gembira itu langsung berubah jadi kekhawatiran. Menurut laporan CharlieIntel lewat Gaming Bible, muncul petunjuk harga dari pembaruan toko di PC dan Xbox.
Di sana, Black Ops dan Black Ops 2 sama-sama tercantum seharga $40 per game. DLC individual dipatok $10 per paket, season pass berada di angka $30, sedangkan camos atau personalization packs justru tampil gratis.
Harga Dasar Saja Sudah Tinggi
Kalau pola harga yang sama dipakai di PlayStation, maka pemain harus mengeluarkan $80 hanya untuk membeli dua game dasarnya.
Angka itu belum termasuk DLC sama sekali. Situasinya jadi makin berat karena kedua game ini bukan judul baru. Keduanya berasal dari era PS3, dengan umur masing-masing sekitar 14 tahun dan 16 tahun.
Black Ops punya empat DLC besar: First Strike, Escalation, Annihilation, dan Rezurrection. Sementara Black Ops 2 membawa Revolution, Uprising, Vengeance, dan Apocalypse.
Jika semua dijual terpisah seharga $10, total biaya tambahan bisa mencapai $80 lagi. Artinya, koleksi lengkap kedua port plus semua DLC bisa menyentuh sekitar $160.
Lebih jauh lagi, laporan yang beredar menyebut Activision kemungkinan hanya menyebut produk ini sebagai re-release, bukan remake atau remaster.
Jadi, pemain tidak perlu berharap ada peningkatan visual besar, fitur modern, atau pembaruan gameplay yang signifikan.
Reaksi fans
Reaksi fans pun keras. Banyak pemain di X mengeluh karena harga terasa terlalu tinggi untuk game lama.
Di Reddit, kritiknya bahkan lebih tajam. Banyak yang menilai port ini terlalu mahal untuk standar 2026, apalagi tanpa peningkatan berarti.
Berdasarkan bocoran yang ada, harga tinggi justru berpotensi jadi masalah terbesar bagi kembalinya dua game ikonik ini.

