Strava Rilis Laporan Komuter Sepeda 2025, Baby Boomer Teratas

Strava merilis Strava Metro: Commute Report perdana yang mengungkap tren berkomuter dengan sepeda sepanjang 2025.

Laporan ini menunjukkan betapa besar peran sepeda dalam mobilitas harian dunia, sekaligus menegaskan fungsi data anonim Strava Metro untuk mendukung infrastruktur kota yang lebih baik.

Buat kamu yang mengikuti tren mobilitas aktif, laporan ini memberi gambaran yang sangat jelas.

Isi laporan dan data utama komuter sepeda

Dalam laporan yang dirilis pada 22 April 2026 di San Francisco, California, Strava menyebut total jarak komuter pesepeda dunia pada 2025 mencapai 550 juta mil atau sekitar 885,1 juta km.

Angka ini setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 22.000 kali. Strava juga membandingkannya dengan perjalanan Artemis II, dan jarak itu disebut lebih dari 2.170 kali lintasan bersejarah tersebut.

Strava adalah aplikasi gaya hidup aktif dengan lebih dari 195 juta pengguna di lebih dari 185 negara.

Strava Metro Ungkap Tren Komuter Sepeda 2025 di Dunia

Melalui Strava Metro, perusahaan ini menyediakan data anonim gratis yang sudah dipakai oleh lebih dari 4.000 mitra global.

Mitra itu terdiri dari perencana kota, lembaga pemerintah, dan pengambil keputusan di bidang infrastruktur.

Laporan ini juga memberi beberapa temuan penting. Baby Boomer menjadi generasi yang paling aktif berkomuter dengan sepeda.

Sementara itu, peluang Gen Z untuk berkomuter dengan sepeda tercatat 21% lebih kecil dibandingkan generasi Boomer.

Strava juga mencatat bahwa e-bike terus tumbuh, dan Baby Boomer lebih mungkin menggunakannya.

Dampak Strava Metro bagi kota dan komuter

Strava juga menyoroti kondisi cuaca yang tidak menghentikan orang untuk tetap bersepeda ke tujuan. Dari suhu terdingin di Finlandia hingga cuaca terhangat di Jepang, komuter tetap bergerak.

Ini menunjukkan bahwa sepeda tetap jadi pilihan transportasi yang kuat, fleksibel, dan relevan di banyak negara.

Dalam komentarnya, Brian Bell, Wakil Presiden Komunikasi dan Dampak Sosial, mengatakan bahwa Strava Metro merupakan bagian penting dari inisiatif perusahaan untuk menciptakan dampak positif secara global.

Ia juga menegaskan bahwa hasil kerja Strava Metro dan para mitra telah membantu memperbaiki infrastruktur bagi komuter.

Bell menambahkan bahwa Strava ingin lebih banyak orang ikut merekam rutinitas perjalanan aktif mereka.

Menurut dia, data itu bisa membantu semua pihak menciptakan pengalaman berkomuter yang lebih aman dan lebih mudah.

Dengan pendekatan ini, Strava tidak hanya menjadi aplikasi olahraga, tetapi juga sumber data penting bagi perencanaan kota.

Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Artikel Terbaru

Gadget Terbaru