OnePlus keluar dari pasar AS dan Eropa menjadi rumor terbaru yang menghebohkan industri teknologi.
Menurut laporan media Jerman WinFuture, OnePlus bersama perusahaan induknya, Oppo, disebut akan mengumumkan perubahan strategi bisnis pada pekan ini.
Apabila informasi tersebut terbukti benar, OnePlus akan menghentikan penjualan hp di Amerika Serikat dan Eropa, sementara Oppo akan memperluas kehadirannya, khususnya di kawasan Eropa.
Rumor Muncul Setelah OnePlus Disebut Mulai Mengurangi Aktivitas di Eropa
Kabar tersebut bukan muncul tanpa alasan. Sepanjang tahun ini, OnePlus beberapa kali diterpa isu terkait masa depan bisnis globalnya.
Pada Januari lalu, beredar rumor bahwa OnePlus akan menutup operasinya. Namun, perusahaan langsung membantah kabar tersebut.
Meski demikian, sejumlah laporan setelahnya kembali menyebut OnePlus kemungkinan akan mengurangi ekspansi internasional.
Salah satu rumor terbaru menyebut hp OnePlus versi global pada masa mendatang berpotensi menggunakan ColorOS milik Oppo sebagai pengganti identitas OxygenOS yang selama ini menjadi ciri khas OnePlus.
Laporan WinFuture juga mengungkap adanya indikasi bahwa OnePlus mulai menarik produk-produknya dari beberapa negara Eropa.
Di Jerman, misalnya, toko resmi OnePlus kini hanya menampilkan OnePlus 15R, sementara OnePlus 15 dan lini Nord sudah tidak lagi tersedia.
Situasi serupa disebut terjadi di Italia, Spanyol, Prancis, Austria, Belgia, Belanda, Republik Ceko, Denmark, Swedia, hingga Norwegia.
Apa Dampaknya Jika OnePlus Benar Keluar dari Pasar Barat?
Jika strategi tersebut benar-benar diterapkan, langkah itu akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam bisnis BBK Electronics di luar China.
Selama bertahun-tahun, OnePlus dikenal sebagai merek yang menawarkan hp flagship dengan harga lebih kompetitif sebelum memperluas portofolionya ke tablet, perangkat wearable, hingga produk audio.
Di sisi lain, Oppo disebut berpeluang mengisi kekosongan yang ditinggalkan OnePlus di pasar Eropa sehingga posisi grup BBK tetap terjaga melalui merek yang berbeda.
Baik OnePlus maupun Oppo belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan WinFuture. Apabila pengumuman benar dilakukan pada pekan ini, arah baru strategi kedua perusahaan tersebut akan segera terungkap.

