OnePlus Ace 7 Meluncur 29 Oktober dengan Kipas Pendingin
OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro resmi meluncur di Tiongkok 29 Oktober 2026 dengan pendingin aktif dua jalur udara, layar 185Hz, dan baterai 9.000mAh.
28 Oktober 2026 · 2 menit baca

OnePlus memastikan seri Ace 7 akan meluncur di Tiongkok pada 29 Oktober 2026 pukul 19.00 waktu setempat.
Ada dua model, yaitu OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro, dan keduanya menonjolkan performa gaming.
Yang paling menyita perhatian adalah sistem pendingin aktif berupa kipas yang tertanam langsung di dalam bodi ponsel.
Poin Penting
- OnePlus Ace 7 dan Ace 7 Pro meluncur di Tiongkok pada 29 Oktober 2026 pukul 19.00.
- Kedua ponsel memakai pendingin aktif dengan dua jalur aliran udara untuk meredam panas saat gaming.
- Ace 7 Pro disebut memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, versi standar memakai chip Qualcomm lain.
- Layar OLED 6,78 inci dengan refresh rate 185Hz dan baterai sekitar 9.000mAh jadi bocoran utama.
- Harga dan ketersediaan global belum dikonfirmasi OnePlus.
Spesifikasi Utama
Mengutip laporan GizChina, OnePlus telah membuka reservasi di toko daring Tiongkok sekaligus memperlihatkan desain kedua model. Perusahaan menyebut seri Ace 7 sebagai lompatan besar di sisi performa.
Berbeda dari ponsel gaming lain yang hanya mengandalkan pengaturan software, Ace 7 Series membawa sistem pendingin aktif dengan dua jalur aliran udara.
Pendekatan ini memungkinkan panas dari chipset dialirkan keluar bodi, bukan sekadar ditahan oleh ruang uap.
Bocoran menyebut Ace 7 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, sementara versi standar memakai chip Qualcomm lain dari lini V.
Keduanya dikabarkan mengusung layar OLED 6,78 inci ber-refresh rate 185Hz, baterai sekitar 9.000mAh, dan kamera utama 200MP. Model Pro bahkan disebut membawa kamera periskop 50MP dengan zoom optik 3,5x.
Baca JugaOPPO Find X10 Global Pakai Baterai Lebih Kecil dari TiongkokPendingin Aktif Mengubah Standar Ponsel Gaming
Kehadiran kipas internal menandai pergeseran cara produsen menangani panas. Selama ini ponsel gaming kerap dibatasi oleh throttling, yaitu penurunan performa saat suhu naik.
Dengan aliran udara langsung, chipset berpeluang mempertahankan frekuensi tinggi lebih lama.
Konsekuensinya, bodi berpotensi lebih tebal dan bobot bertambah. Pengguna juga perlu mempertimbangkan debu serta air, karena jalur udara membuka celah tambahan yang menuntut rancangan proteksi lebih rumit.
Dari sisi posisi pasar, langkah ini menempatkan OnePlus berhadapan langsung dengan merek gaming lain yang juga agresif di segmen performa.
Layar 185Hz memperkuat kesan bahwa seri ini memang diarahkan untuk kompetisi, bukan pemakaian kasual.
Bagi penggemar gaming, pendingin aktif adalah alasan kuat untuk menunggu. Namun sebelum memutuskan, tunggu hasil uji independen soal suhu permukaan, kebisingan kipas, dan konsistensi frame rate dalam sesi panjang.
Perhatikan juga aspek praktis seperti bobot, rating ketahanan debu dan air, serta ketersediaan layanan purna jual di Indonesia.
OnePlus sampai sekarang belum mengumumkan harga maupun rencana peluncuran global, jadi pantau pengumuman resmi 29 Oktober sebelum menyiapkan anggaran.



