Samsung kabarnya menaikkan harga rilis domestik (Korea Selatan) untuk hp flagship generasi terbarunya, Galaxy S26 series, sebesar 99.000 won (sekitar Rp1,1 jutaan).
Kenaikan harga hp Samsung S26 ini menjadi yang pertama dalam tiga tahun terakhir sejak peluncuran seri S23.
Keputusan sulit ini terpaksa diambil karena biaya komponen inti seperti memori DRAM dan NAND flash yang melonjak drastis di pasar global.
Berdasarkan data industri telekomunikasi per 12 Februari 2026 seperti yang dilansir dari ETNews, model dasar Galaxy S26 (256GB) akan dijual seharga 1.254.000 won.
Sementara itu, varian Galaxy S26 Plus dibanderol 1.452.000 won dan kasta tertingginya, Galaxy S26 Ultra, menyentuh angka 1.797.000 won.
Jika kita bandingkan dengan pendahulunya, varian Ultra mengalami kenaikan sebesar 98.600 won.
Kenaikan harga terasa lebih signifikan pada model berkapasitas 512GB. Galaxy S26 Ultra 512GB diprediksi akan menembus angka 2 juta won, naik sekitar 160.000 won atau 8-14% dari seri sebelumnya.
Seorang sumber internal industri menyatakan, “Samsung sudah mengunci harga untuk model 256GB, namun harga varian 512GB masih bisa berubah tergantung pada bagaimana respon konsumen nanti.”
Kenaikan ini bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Riset dari TrendForce menunjukkan bahwa harga RAM 8GB dan penyimpanan 256GB melonjak tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
Akibatnya, porsi biaya memori dalam produksi satu unit hp meningkat dari 15% menjadi hampir 40%.
Presiden dan CEO Samsung MX, Roh Tae-moon, juga mengakui tantangan ini. “Kami sangat mengkhawatirkan kenaikan biaya material yang berdampak pada seluruh lini produk kami,” ungkapnya.
Samsung sendiri akan memperkenalkan hp canggih ini secara resmi pada acara “Galaxy Unpacked 2026” di San Francisco.
Acara tersebut berlangsung pada 26 Februari pukul 03.00 waktu Korea (atau sekitar pukul 01.00 WIB). Masa pre-order akan dibuka mulai tanggal 27 Februari hingga 5 Maret 2026, dengan peluncuran resmi ke pasar pada 11 Maret mendatang

