Performa chipset Samsung Exynos 2600 sangat menjanjikan setelah melalui serangkaian uji benchmark.
Perusahaan Korea Selatan tersebut berhasil memperkecil celah performa antara chipset internal mereka dengan pesaing utamanya.
Exynos 2600 memang menyasar pengguna hp flagship yang menginginkan efisiensi daya tinggi tanpa mengorbankan kekuatan pemrosesan grafis.
Didalamnya tertanam teknologi fabrikasi tercanggih yang belum pernah digunakan sebelumnya pada perangkat seluler massal.
Chipset Samsung ini juga dirancang untuk mendukung tugas harian yang berat serta pemrosesan kecerdasan buatan (AI) yang lebih kompleks.
Performa Exynos 2600, Kebangkitan Chipset Samsung
Berdasarkan data Geekbench 6, Exynos 2600 mencatatkan skor Vulkan sebesar 27.478 poin. Angka yang hampir identik dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 (27.875 poin).
Chipset ini merupakan prosesor seluler pertama Samsung yang diproduksi menggunakan proses 2nm Gate-All-Around (GAA).
Teknologi tersebut membungkus gerbang transistor di keempat sisi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebocoran daya secara drastis.
Pada aspek grafis, Samsung menyematkan GPU Xclipse 960 yang berbasis pada arsitektur AMD RDNA 4 kustom.
Fitur ini memberikan performa visual yang sangat halus untuk aplikasi berat dan game modern.
Selain itu, Samsung memperkenalkan desain Thermal Block (HPB) dan Fan-Out Wafer-Level Packaging (FOWLP) untuk menjaga suhu.
Penggunaan heatsink tembaga yang bersentuhan langsung dengan die chip diklaim mampu mengurangi hambatan termal sebesar 16 persen.
Ini bukan pertama kali Exynos 2600 mendekati performa Snapdragon-nya. Pada Januari lalu, chip tersebut mencetak 25.460 poin pada tes OpenCL Geekbench.
Sekali lagi, selisihnya hanya tipis dibandingkan skor Qualcomm yang 25.971 poin pada tolok ukur yang sama.

