IDC melaporkan pengiriman smartphone global 2025 berhasil mencapai angka 1,26 miliar unit dengan pertumbuhan sebesar 1,9 persen secara tahunan.
Apple kembali mempertahankan posisi puncak sebagai produsen ponsel nomor satu di dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut berkat kesuksesan besar seri iPhone 17.
Penguatan pasar perangkat mobile ini dipicu oleh dominasi model kelas atas dan tren ponsel layar lipat yang semakin diminati konsumen dunia.
Pengiriman Smartphone Global 2025

Berdasarkan data awal dari Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker milik IDC, pengiriman smartphone global meningkat 2,3 persen pada kuartal keempat 2025 (4Q25) dengan total 336,3 juta unit.
Pertumbuhan ini tetap terjadi meski industri menghadapi tantangan kekurangan stok cip memori.
Apple dan Samsung menjadi dua manufaktur dengan pertumbuhan tercepat di posisi lima besar, masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 6,3 persen dan 7,9 persen.
Kombinasi pangsa pasar Apple dan Samsung kini meningkat menjadi 39 persen dari sebelumnya 37 persen pada tahun 2024.
Samsung sendiri mencatatkan pertumbuhan kuartal keempat terkuatnya sejak tahun 2013. Kesuksesan brand asal Korea Selatan ini didorong oleh permintaan tinggi perangkat layar lipat Galaxy Z Fold 7 dan seri Galaxy A yang kini menyertakan fitur AI.
Di sisi lain, Apple meraih pendapatan kuartalan tertinggi berkat performa iPhone 17 yang sangat kuat di pasar internasional.
Meskipun pasar kelas atas tumbuh subur, tekanan besar justru menghantam produsen lain. Xiaomi, vivo, dan OPPO memang menjaga posisi mereka tetap stabil, namun pangsa pasar ketiganya sedikit menurun.
Xiaomi bahkan mengalami penurunan pengiriman dua digit pada kuartal keempat karena proses transisi struktur produk ke segmen premium.
Ryan Reith, Wakil Presiden IDC, memperingatkan bahwa kondisi pasar tahun 2026 akan sangat menantang.
“Kelangkaan cip memori yang belum pernah terjadi sebelumnya diperkirakan akan memicu penurunan pasar pada 2026,” ungkap Reith dalam rilis resminya.
Pengiriman Smartphone di Pasar China 2025

Beralih ke wilayah Asia, pengiriman pasar China menunjukkan kondisi yang relatif stabil sepanjang tahun 2025.
Total pengiriman ponsel di China mencapai kurang lebih 285 juta unit, atau hanya turun tipis 0,6 persen secara tahunan.
Dalam peta persaingan domestik, Huawei berhasil mengamankan peringkat pertama sebagai penguasa pasar China untuk keseluruhan tahun 2025, diikuti oleh Apple dan vivo di posisi berikutnya.
Pada kuartal keempat 2025 saja, pasar smartphone China mengirimkan sekitar 75,78 juta unit perangkat.
Meskipun angka ini mengalami penurunan minor sebesar 0,8 persen, persaingan di segmen premium tetap sangat sengit.
Apple, vivo, dan OPPO bersaing ketat untuk menduduki posisi tiga besar pengiriman di Negeri Tirai Bambu tersebut selama periode akhir tahun.
Industri kini mengantisipasi kenaikan harga penyimpanan (storage) yang signifikan, yang dipastikan akan menambah beban biaya produksi bagi vendor.
Para pakar industri memprediksi bahwa kenaikan biaya komponen ini dapat memicu penurunan volume pengiriman yang lebih tajam di pasar China pada tahun 2026.
Skala perusahaan dan kendali atas rantai pasok akan menjadi faktor penentu bagi merek untuk bertahan di tengah melambungnya rata-rata harga jual (ASP) perangkat di masa depan.

