Apple kabarnya akan memangkas pengiriman iPhone 18 series hingga 20% pada tahun ini.
Raksasa teknologi tersebut memilih menunda peluncuran model standar demi fokus pada hp flagship kelas atas dan inovasi layar lipat.
Langkah strategis ini mengubah pola rilis tahunan yang biasanya menumpuk di akhir tahun.
Penyebab utama penurunan angka pengiriman ini adalah keputusan Apple untuk membagi waktu peluncuran.
Perusahaan pimpinan Tim Cook ini menunda perilisan model iPhone 18 standar dan model Air hingga paruh pertama tahun depan.
Padahal, biasanya Apple mengonsentrasikan seluruh model baru di paruh kedua setiap tahunnya.
Dari total 230 juta unit yang dikirim per tahun, sekitar 100 juta unit biasanya merupakan model terbaru.
Namun, karena model standar menyumbang 30% volume penjualan, penundaan ini otomatis menurunkan angka distribusi tahun ini secara signifikan.
Fokus pada Produk Bernilai Tinggi
Meski volume unit menurun, Apple tetap optimistis karena fokus pada produk premium. Pada paruh kedua tahun ini, mereka tetap meluncurkan:
- iPhone 18 Pro
- iPhone 18 Pro Max
- iPhone Lipat (Foldable iPhone)
Industri komponen layar di Korea Selatan memberikan data spesifik terkait perubahan ini. Dimana Samsung Display akan memproduksi sekitar 60 juta unit OLED untuk model Pro, Pro Max, dan iPhone lipat.
Sementara itu, LG Display akan memasok sekitar 40 juta unit panel khusus untuk seri Pro dan Pro Max.
Fitur Canggih di iPhone 18 Pro Series
Penurunan kuantitas nampaknya akan terbayar dengan peningkatan kualitas. Apple berencana menyematkan teknologi perdana pada hp kelas atas mereka.
iPhone 18 Pro dan Pro Max akan mengusung kamera dengan variable aperture serta sensor inframerah (IR) di bawah layar.
Inovasi ini membutuhkan komponen mahal dengan nilai tambah tinggi. Inilah yang membuat para pemasok tetap tenang meski jumlah pesanan berkurang.
Produk pendorong performa ini tetap meluncur sesuai jadwal untuk menjaga pendapatan Apple.
Seorang orang dalam industri menyatakan bahwa meskipun pengiriman model baru lebih rendah, target tahunan total tetap stabil.

