Meta dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.500 staf atau sekitar 10% dari divisi Reality Labs.
Langkah efisiensi Meta phk Reality Labs ini berdampak besar pada pengembangan konten VR, terutama setelah perusahaan memutuskan untuk menutup sebagian besar studio game internalnya.
Keputusan ini diambil meskipun penjualan perangkat VR di pasar ritel sempat mengungguli konsol populer lainnya pada akhir 2025.
Berdasarkan informasi yang beredar, studio ternama seperti Armature Studios, Sanzaru Games, dan Twisted Pixel masuk dalam daftar yang ditutup.
Studio-studio tersebut merupakan pengembang di balik judul populer seperti Resident Evil 4 VR dan Asgard’s Wrath 2.
Meski demikian, Meta dikabarkan tetap mempertahankan studio utama seperti Beat Games (pengembang Beat Saber) dan Camouflaj untuk menjaga ekosistem game yang sudah ada.
CTO Meta, Andrew Bosworth, dijadwalkan mengadakan pertemuan internal pada 14 Januari 2026 untuk menjelaskan transisi strategi ini.
Meta kini lebih memprioritaskan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan produk kacamata pintar (smart glasses).
Perusahaan sedang menyiapkan “Project Phoenix”, sebuah perangkat hybrid antara kacamata pintar dan headset VR tradisional yang diprediksi akan memulai debutnya pada awal 2027.

