Fubon Research memprediksi harga iPhone Fold (perkiraan nama) akan berada di kisaran US$2.399 dan menjadikannya salah satu smartphone lipat paling mahal di pasar.
Fubon juga memproyeksikan perangkat lipat pertama Apple itu akan menjadi katalis utama di tengah pasar ponsel global yang kembali melemah pada 2026.
Dalam catatan riset analis Fubon, Arthur Liao, memperkirakan pengiriman smartphone dunia pada 2026 hanya 1,2 miliar unit, turun 4% secara tahunan.
Ia menulis, pengiriman unit di pasar Cina turun 3% YoY menjadi 275 juta dan pengiriman iPhone turun menjadi 234 juta (turun 4% YoY).
Tekanan juga datang dari biaya komponen. Fubon mencatat kontrak harga DRAM sudah naik lebih dari 75% dibanding kuartal IV 2024, sementara lembaga itu memperkirakan bill of materials smartphone akan naik sekitar 5–7% pada 2026.
Dalam situasi ini, Fubon menilai material panel, engsel, dan komponen ringan membuat iPhone Fold wajar dilepas di harga US$2.399. Sebagai perbandingan, Samsung membanderol Galaxy Z Fold7 mulai US$1.999.
Artinya, iPhone lipat Apple akan berada di atas flagship lipat Samsung tersebut dan menyasar konsumen yang rela membayar lebih demi ekosistem iOS serta desain lipat generasi baru.
Fubon menegaskan estimasi harga itu berbasis data rantai pasok dan kebutuhan margin Apple. Permintaan sangat bergantung pada titik harga, namun lembaga tersebut tetap percaya diri.
Laporan lain menyebut iPhone Fold akan membawa layar fleksibel 7,58 inci nyaris tanpa garis lipatan dan layar cover 5,8 inci.
Laporan yang sama juga menyebut baterainya lebih besar dibanding iPhone 17 Pro Max untuk menunjang penggunaan layar besar dan aktivitas multitasking harian.
Fubon juga menyinggung rencana peningkatan kamera Apple. Lembaga itu memperkirakan seri iPhone 18 pada 2026 akan mengadopsi lensa dengan variable aperture yang kemungkinan hanya dipasok Largan.
Hal ini sejalan dengan kompleksitas teknologi tersebut dan strategi Apple di kelas ultra-premium.

