Google baru-baru ini mengumumkan empat pembaruan pada Google Maps yang ditenagai Gemini.
Pembaruan ini mencakup pengalaman berkendara hands-free dengan percakapan alami, navigasi yang mengacu pada landmark dunia nyata, peringatan lalu lintas proaktif, serta Lens built with Gemini untuk menjawab pertanyaan tentang tempat di sekitar pengguna.
Amanda Leicht Moore, Director of Product Google Maps, menuliskan bahwa Google menghadirkan “pengalaman berkendara hands-free, conversational” di aplikasi Google Maps.
Sehingga pengguna cukup bertanya dengan suara untuk mencari tempat di rute, mengecek ketersediaan EV charger, hingga (di Android) berbagi ETA.
Baca juga: Rumor Snapdragon 8 Elite Gen 6
Pengguna juga dapat melaporkan gangguan lalu lintas dengan ucapan seperti “I see an accident” atau “Looks like there’s flooding ahead”.
Fitur Gemini di navigasi akan mulai digulirkan dalam beberapa minggu di Android dan iOS di wilayah ketersediaan Gemini, dengan Android Auto menyusul.
Untuk memudahkan belokan di dunia nyata, Google menambahkan penunjuk landmark seperti SPBU, restoran, atau gedung populer yang terlihat dari jalan.
Sistem ini mengolah data 250 juta tempat di Google Maps dan mencocokkannya dengan Street View agar arahan “belok kanan setelah Thai Siam Restaurant” lebih akurat. Landmark-based navigation sedang digulirkan di AS untuk Android dan iOS.
Google juga memperkenalkan proactive traffic alerts yang memberi tahu pengguna tentang penutupan jalan tak terduga atau kemacetan bahkan saat tidak sedang bernavigasi. Fitur ini mulai dirilis di AS pada Android.
Setibanya di tujuan, Lens built with Gemini membantu eksplorasi cepat. Pengguna cukup mengetuk ikon kamera di bilah pencarian untuk mengidentifikasi restoran, kafe, toko, atau landmark di depan mata, lalu bertanya “Apa tempat ini dan kenapa populer?” atau “Seperti apa suasananya?”.
Fitur ini akan digulirkan bertahap akhir bulan ini di AS untuk Android dan iOS. Menurut Moore, pembaruan ini membuat perjalanan “lebih produktif dan menyenangkan” sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat bernavigasi.
“Kami memperkenalkan pengalaman berkendara hands-free, conversational di Google Maps, seperti memiliki teman penumpang yang paham arah,” tulis Amanda Leicht Moore.

