Fitur Baru Telegram April 2026: Ada AI Editor dan Kelola Bot Pintar

Telegram kembali memberikan kejutan besar dengan merilis pembaruan versi April 2026 yang membawa fitur AI Editor canggih untuk memudahkan komunikasi kamu.

Update ini fokus pada peningkatan produktivitas dan interaksi grup melalui fitur Mighty Polls serta integrasi kecerdasan buatan yang lebih privat.

AI Editor yang Bisa Jadi Viking Hingga Gaya Formal

Salah satu daya tarik utama pembaruan ini adalah hadirnya AI Text Editor. Fitur ini terintegrasi langsung di bilah pesan hp kamu.

Fungsinya sangat beragam, mulai dari memperbaiki tata bahasa, menerjemahkan bahasa, hingga menulis ulang pesan dengan gaya unik.

Menariknya, kamu bisa memilih gaya bahasa yang seru seperti “Formal, Short, Tribal, Corp, Zen, Biblical,” bahkan gaya “Viking”.

Untuk mencobanya, kamu hanya perlu mengetik lebih dari tiga baris kalimat, lalu ikon ‘AI’ akan muncul di atas tombol kirim.

Telegram menjamin privasi kamu tetap terjaga karena proses pengolahan data dilakukan di lingkungan privat Cocoon Network.

Fitur baru telegram

Mighty Polls dan Dukungan Media Lebih Hidup

Bagi kamu yang sering berdiskusi di grup, fitur Mighty Polls kini membawa lebih dari 10 pembaruan. Kamu sekarang bisa melampirkan media atau lokasi pada pertanyaan dan jawaban di polling.

Pembuat polling juga dapat melihat hasil tanpa harus ikut memilih, serta mengatur batas waktu atau mengacak urutan pilihan.

Selain itu, Telegram kini mendukung iOS Live Photos dan Android Motion Photos secara asli.

Kamu bisa mengirim video pendek yang berulang dengan tiga mode putar: Live (sekali putar), Loop (berulang), atau Bounce (maju-mundur).

Fitur ini bisa kamu akses melalui editor media dengan mengetuk tombol ‘Live’.

Kelola Bot dan Keamanan Aplikasi Pihak Ketiga

Telegram juga memperkenalkan Managed Bots. Fitur ini memungkinkan sebuah bot khusus untuk membuat dan mengelola bot lainnya.

Jadi, meskipun kamu tidak jago coding, kamu tetap bisa membangun agen AI atau program mini sendiri.

Terakhir, Telegram memberikan label peringatan pada akun yang menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi.

Meski aplikasi Telegram bersifat open-source, perusahaan mengingatkan bahwa versi pihak ketiga mungkin tidak memiliki standar privasi dan keamanan yang sama kuatnya.

Source1
Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Artikel Terbaru

Gadget Terbaru