BINUS University melalui School of Information Systems sukses menggelar Grand Final SIS Web Design Competition 2026 di BINUS @Alam Sutera, Tangerang, pada 25 Mei 2026.
Ajang ini menjadi ruang bagi siswa SMA sederajat untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan teknologi, dan ide digital lewat website yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga punya manfaat nyata.
Melalui kompetisi ini, BINUS ingin membuktikan bahwa website bisa menjadi medium solusi, bukan sekadar tampilan.
Kompetisi ini juga menegaskan komitmen BINUS University dalam mencetak talenta digital kreatif yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
10 Finalis Tampilkan Website dengan Ide yang Relevan
Dalam Grand final menghadirkan 10 finalis terbaik yang tampil penuh antusias dalam sesi presentasi karya, live judging session, dan awarding session.
Para peserta memamerkan berbagai website dengan tema yang dekat dengan kebutuhan saat ini, seperti edukasi digital, sustainability, pengembangan UMKM, dan solusi berbasis user experience.
Sebelum masuk ke babak final, seluruh peserta sudah mendapat pelatihan membuat website di platform WordPress.
Program tersebut juga didukung oleh Biznet Gio Cloud dan PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia).
Dukungan ini membantu peserta memahami proses pembuatan website dari tahap awal sampai siap dipresentasikan.
School of Information Systems BINUS University menekankan bahwa website punya peran penting di era digital. Website yang baik tidak cukup hanya terlihat menarik.
Website juga harus mudah digunakan, berguna, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun industri.
Head of Information Systems Program BINUS @Alam Sutera, Marisa Karsen, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa kompetisi ini menjadi langkah nyata untuk mendukung ekosistem digital kreatif di Indonesia.
“Melalui SIS Web Design Competition 2026, kami melihat bagaimana generasi muda mampu menghadirkan ide-ide kreatif yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memiliki keberdampakan bagi masyarakat,” ujarnya.
Marisa menambahkan bahwa kompetisi seperti ini penting untuk membangun kesiapan talenta digital Indonesia. Menurutnya, generasi muda perlu belajar menciptakan solusi berbasis teknologi sejak dini.
“Kami percaya bahwa melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya belajar mengenai bagaimana membuat dan mendesain website, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberikan value, menjawab kebutuhan pengguna, dan menciptakan dampak yang lebih luas,” katanya.
Lewat ajang ini, BINUS University menunjukkan bahwa pendidikan teknologi perlu berjalan seiring dengan praktik nyata.
Selain melatih web development, kompetisi ini juga membuka ruang eksplorasi di bidang UI, UX, dan digital problem solving.
Dari sini, BINUS berharap lahir generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di industri digital global.

