Amazon Umumkan PHK 16.000 Karyawan di Awal Tahun 2026

Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 16.000 karyawan korporatnya pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi.

Langkah ini menyusul gelombang pengurangan staf sebelumnya di bulan Oktober, sehingga total posisi yang dipangkas mencapai 30.000 dalam tiga bulan terakhir.

Alasan Di Balik Pemangkasan Karyawan

Beth Galetti, Senior Vice President of People Experience and Technology Amazon, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat organisasi dengan mengurangi lapisan birokrasi.

Meskipun PHK terjadi berturut-turut, Galetti menegaskan bahwa ini bukan berarti akan menjadi rutinitas bulanan bagi perusahaan raksasa e-commerce tersebut.

“Kami terus mengevaluasi kepemilikan, kecepatan, dan kapasitas untuk berinovasi bagi pelanggan, serta melakukan penyesuaian yang sesuai,” ujar Galetti dalam pesan internalnya.

Selain itu, CEO Amazon Andy Jassy sebelumnya juga memberikan sinyal bahwa penggunaan teknologi AI generatif akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi jumlah tenaga kerja korporat di masa depan.

Dukungan untuk Karyawan Terdampak

Karyawan Amazon di Amerika Serikat yang terkena dampak akan diberikan waktu selama 90 hari untuk mencari posisi baru di internal perusahaan.

Bagi mereka yang tidak mendapatkan peran baru atau memilih untuk pergi, Amazon menjanjikan paket pesangon, layanan penempatan kerja, serta manfaat asuransi kesehatan.

Sejarah mencatat Amazon sering melakukan PHK besar, seperti 18.000 peran pada awal 2023 dan 10.000 peran di akhir 2022.

Meskipun memangkas banyak posisi, Amazon tetap akan berinvestasi pada area strategis yang penting bagi masa depan perusahaan, terutama teknologi AI.

Hal ini menjadi peringatan bagi industri teknologi global bahwa otomatisasi mulai berdampak nyata pada stabilitas lapangan kerja korporat secara luas.

Meski demikian, tren pengurangan tenaga kerja ini ternyata tidak hanya dialami Amazon.

Perusahaan logistik UPS juga dikabarkan tengah berencana memangkas 30.000 pekerjaan karena mulai mengurangi ketergantungan pengiriman pada Amazon yang dianggap kurang menguntungkan bagi margin profit mereka.

Source1
Artikel Terkait
- Advertisment -
Google search engine

Artikel Terbaru

Gadget Terbaru