Acer Indonesia menegaskan komitmen keberlanjutan lewat gerakan “Kelola e-waste, Sayangi Bumi” sebagai bagian dari inisiatif #SayangBumi.
Program pengumpulan e-waste resmi dimulai bertepatan dengan Hari e-Waste Internasional, dan berlangsung hingga 17 Desember 2025 dengan target menghimpun 2 ton sampah elektronik.
E-waste yang terkumpul akan dikelola secara aman sekaligus dikonversi menjadi ribuan penanaman pohon sebagai kontribusi nyata pada lingkungan yang lebih hijau.
Urgensi pengelolaan e-waste kian mendesak. Rata-rata tiap orang di dunia menghasilkan sekitar 7 kg e-waste per tahun.
Laporan Global E-waste Monitor 2024 mencatat volume e-waste global mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diproyeksikan meningkat menjadi 82 juta ton pada 2030.
Di Indonesia, estimasi e-waste 2022 sekitar ±1,9 juta ton, namun baru 17,4% yang dikelola dengan benar.
Tanpa tata kelola yang tepat, e-waste berisiko melepaskan logam berat dan polutan ke tanah, air, dan udara, yang berdampak pada kesehatan dan ekosistem.
“Bagi Acer, teknologi bukan hanya soal inovasi, tetapi juga tanggung jawab. Untuk itu, melalui gerakan pengelolaan e-waste yang juga bagian dari inisiatif #SayangBumi, kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama mengumpulkan sampah elektronik, untuk selanjutnya dikelola secara aman dan bertanggung jawab,” kata Leny Ng, President Director Acer Indonesia.
Ia menambahkan, “Gerakan ini merupakan investasi bersama bagi masa depan bumi dan generasi mendatang, sekaligus wujud optimisme kami bahwa langkah kecil yang kita semua lakukan hari ini, dapat membawa perubahan besar di masa mendatang.”
Untuk memudahkan partisipasi, Acer menyiapkan titik dropbox di Acer Exclusive Store, toko mitra, sekolah, dan lokasi strategis lain.
Masyarakat dapat mengumpulkan e-waste di lingkungannya lalu membuangnya ke dropbox terdekat di kota masing-masing.
Selain itu, Acer menjalankan workshop “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik” bagi siswa di Jakarta dan Bogor, bekerja sama dengan Yayasan SeaSoldier, untuk menumbuhkan kesadaran mindful consumption dan pengelolaan e-waste sejak dini.
Kontribusi lanjutan datang melalui penanaman pohon. Setiap 1 kg e-waste yang terkumpul akan dikonversi menjadi satu bibit pohon yang ditanam di kawasan konservasi Sentul Eco Forest pada Januari 2026.
Acer berkomitmen menanam hingga 2.000 bibit pohon untuk 2 ton e-waste pertama. Secara ilmiah, satu pohon dewasa dapat menyerap hingga 21 kg CO₂ per tahun dan menghasilkan oksigen bagi dua orang, sekaligus membantu menurunkan suhu lokal.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menekan dampak perubahan iklim yang kian masif.
Acer mengajak publik bergerak bersama: jangan biarkan perangkat lama menjadi beban, ubah menjadi harapan melalui pengelolaan e-waste yang bertanggung jawab dan penghijauan berkelanjutan.

