Samsung resmi memperkenalkan SSD 9100 PRO 8TB untuk pasar Indonesia. Produk ini menargetkan kreator konten profesional, gamer dengan pustaka gim raksasa, hingga pengguna AI on-device yang membutuhkan media penyimpanan berkecepatan tinggi sekaligus stabil di beban panjang.
Membawa antarmuka PCIe 5.0 x4 (NVMe 2.0) dan form factor M.2 2280, 9100 PRO 8TB diposisikan sebagai peningkatan generasi berikutnya dari lini SSD performa Samsung.
“Performa bukan hanya soal kecepatan, tapi tentang menyingkapkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam pengalaman pengguna,” ujar Gina Chua, Senior Professional, Product Management di Samsung Electronics Singapura.
“Dengan 9100 PRO, kami berupaya menjaga konsistensi kecepatan di skenario nyata—mulai dari timeline video 8K, loading gim AAA, hingga memuat model AI lokal—agar pengguna bisa fokus pada karya, kreativitas, dan hiburan mereka.”
Dari sisi teknis, Samsung menyebut kecepatan baca sekuensial hingga 14.800 MB/detik dan tulis sekuensial sampai 13.400 MB/detik pada lini 9100 PRO. Untuk beban acak, IOPS diklaim mencapai 2.200K (read) dan 2.600K (write).
Lompatan bandwidth PCIe 5.0 ini diarahkan untuk memangkas waktu tunggu di pekerjaan berulang: scrubbing timeline, relink media, build cache proyek, serta loading aset gim berukuran ratusan gigabita.
Dalam konteks AI on-device, kapasitas hingga 8TB membuka ruang penyimpanan bagi checkpoint model, dataset lokal, dan cache inferensi yang kerap membengkak seiring eksperimen.
Menjawab tantangan panas dan konsumsi daya di platform Gen5, Samsung melengkapi 9100 PRO dengan manajemen daya dan termal yang agresif.
Perusahaan menyebut kenaikan konsumsi daya sekitar 2,5 watt dibanding 990 PRO, namun mengimbangi dengan opsi heatsink yang menjaga suhu operasi tetap aman sehingga performa puncak bertahan lebih lama (meminimalkan throttling saat render/ekspor atau batch processing).

Profil heatsink ~11,25 mm dikembangkan agar tetap ramah ruang, termasuk sesuai standar ukuran SSD untuk PlayStation® 5, sehingga pengguna bisa menikmati manfaat kecepatan di ekosistem PC maupun konsol yang mendukung.
“9100 PRO, khususnya varian 8TB, dirancang untuk era ketika workflow AI generatif, pengolahan video kompleks, dan library gim raksasa menjadi norma. Penyimpanan tidak cukup sekadar cepat; ia harus konsisten dan andal,” tambah Gina Chua.
“Tujuan kami adalah memberikan performa yang bisa diprediksi pada beban kerja nyata, bukan hanya di angka benchmark.”
Di sisi ekosistem, Samsung Magician disertakan sebagai perangkat lunak pendamping untuk monitoring kesehatan drive, update firmware, kloning/migrasi data, serta optimasi performa.
Bagi studio kecil, tim konten independen, hingga gamer enthusiast, pendekatan ini menyederhanakan pemeliharaan sekaligus menjaga reliabilitas jangka panjang.
Lini 9100 PRO sendiri hadir dalam beberapa opsi kapasitas—1TB, 2TB, 4TB, hingga 8TB—dengan model 8TB sebagai puncak dari sisi daya tampung.
Samsung menegaskan bahwa peningkatan performa tidak berdiri sendiri. Kombinasi controller generasi baru, V-NAND terbaru, firmware yang dioptimalkan, serta solusi termal yang matang, menjadi fondasi agar angka kecepatan di spesifikasi terjemah ke kelancaran alur kerja.
Implikasinya, waktu idle menunggu loading dapat ditekan, iterasi kreatif berlangsung lebih rapat, dan durasi proyek berpotensi lebih pendek—menciptakan efisiensi biaya dan energi bagi pengguna “kelas berat”.
Untuk pasar Indonesia, Samsung mengumumkan harga ritel yang direkomendasikan sebagai berikut: Samsung SSD 9100 PRO 8TB (bare) di Rp18.500.000, sedangkan varian heatsink di Rp18.750.000.
Keduanya mulai tersedia Oktober 2025 melalui kanal penjualan resmi. Dengan selisih harga yang relatif kecil, varian heatsink menjadi opsi menarik bagi pengguna yang sering mendorong drive pada beban berkelanjutan, seperti proses render panjang, kompilasi aset, atau eksperimen AI yang intensif.

